Awalnya

Membaca adalah kebutuhan hidup buatku. Sejak kecil aku baca apa saja, bahkan koran bekas pembungkus tempe. Aku beruntung pernah duduk di sekolah dengan perpustakaan penuh buku. Segala macam buku yang memuaskan kenginanku untuk membaca. Mulai terjemahan komik Asterix sampai  bukunya Antoine de Saint-Exupery ‘Le Petit Prince’. Di masa itu, harian pagi yang aku baca setiap hari dan tulisan-tulisan di majalah Hai punya Arswendo adalah pintuku ke luasnya dunia.

Lewat membaca aku bisa melihat keindahan dunia dalam baik dan buruknya. Pikiranku terbuka untuk menerima pandangan-pandangan baru meski itu berbeda dengan pandanganku. Cakrawalaku tidak dibatasi oleh kehidupanku sehari-hari. Dengan imajinasiku, aku datang dan pergi ke mana saja aku mau.

“You seemed so far away,” Miss Honey whispered, awestruck.
“Oh, I was. I was flying past the stars on silver wings,” Matilda said.
“It was wonderful.”
(Roald Dahl, Matilda)

Dalam soal membaca, anak-anak di Belanda sangat beruntung. Mereka punya banyak pilihan untuk dibaca. Perpustakaan ada di mana-mana dan mereka bisa  jadi anggota tanpa biaya. Pemerintah memberikan dukungannya lewat penetapan harga buku dan pemberian subsidi untuk lembaga-lembaga seputar bacaan dan kegiatan membaca seperti halnya perpustakaan. Iklim membaca yang dipupuk sejak dini ini menjadikan buku dan membaca sebagai tak terpisahkan dengan kehidupan anak-anak di sana.

Lewat pekerjaanku aku berkenalan dengan dunia buku anak di Belanda, baik itu berupa karya asli maupun terjemahan. Buku-buku yang membuatku jatuh cinta, bukan cuma oleh keindahan kata-kata tapi juga oleh ilustrasinya yang bernilai seni. Lewat website ini aku ingin membagi keindahan itu dengan para pecinta buku anak di Indonesia.

Aku berharap semakin banyak buku-buku bagus untuk anak beredar di Indonesia. Buku yang akan membuat anak-anak suka membaca. Buku yang bisa menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan hidup seorang anak, seperti pernah diungkapkan oleh Louise de Gaay Fortman (perintis perpustakaan anak di awal abad ke-20) :

Di mana situasi hidup tidak mendukung, pertolongan harus datang lewat sesuatu yang memberi anak-anak itu kesempatan untuk tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Tak seorangpun ingin tertinggal dalam perkembangan jiwa dan pikirannya. Nilai-nilai ideal yang dimiliki seseorang adalah hasil dari pengolahan pikiran, imajinasi  dan bagaimana dia memandang hidup secara keseluruhan. Dalam hal ini buku bisa menjadi salah satu bentuk pertolongan yang sangat berarti.

Martha Dwi Susilowati